Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformational Dengan Burnout Perawat Di Rumah Sakit Daerah Lagita Kab Bengkulu Utara

Authors

  • Ardiana Podesta STIkes Bhakti Husada Bengkulu
  • Afif Nuramini STIkes Bhakti Husada Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.51712/pf2kjv31

Abstract

Dalam menjalankan tugas, peran dan fungsinya perawat di rumah sakit sering kali mengalami yang namanya burnout, untuk itu diperlukan adanya pemimpin yang mempunyai jiwa transformasional. Rumusan masalah  masih banyaknya perawat yang mengalami burnout di Rumah Sakit Umum Daerah Lagita Kab Bengkulu Utara.Tujuannya diketahuinya hubungan gaya kepemimpinan transformational dengan burnout perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Lagita Kab Bengkulu Utara.  Metodelogi penelitian kualitatif pendekatan cross sectional.   Pengambilan data menggunakan data sekunder  dan sampel menggunakan teknik sampel total sampling Jumlah sampel dalam penelitian 54 perawat di   Penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji Chi –Square. Hasil: hasil penelitian didapatkan gaya kepemimpinan transformational kurang (18,5%)  sedangkan  burnout perawat baik (64,8%) mendapatkan gaya kepemimpinan transformational yang kurang hasil uji statistic nilai P – Value ,0,023 lebih kecil dari 0,05 maka hal Ada hubungan gaya kepemimpinan transformational dengan burnout perawat di rumah sakit umum daerah Lagita kab Bengkulu Utara.   Saran memberikan perhatian dan motivasi kepada perawat agar dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatannya supaya tidak terjadi burnout perawat   melalui penerapan gaya kepemimpinan transformasional sehingga perawat dapat memberikan layanan terbaik supaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Article