Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar ikan Kota Bengkulu

Authors

  • allensha meza reriscie Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Afriyanto afriyanto Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • agus ramon Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Novia Wati Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.51712/8pjpft05

Abstract

Latar belakang : Salah satu penyebab yang berkaitan dengan ISPA lingkungan fisik rumah. Salah satu faktor risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan yaitu lingkungan fisik rumah yang belum sesuai standar kesehatan. Wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu adalah salah satu wilayah dengan jumlah penderita ISPA yang tinggi. Dalam kurun waktu satu tahun jumlah penderita ispa mengalami naik turun dan lebih cenderung mengalami peningkatan. Metode : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan pendekatan case control. Hasil : Pelayanan air limbah batik tidak mengalir ke bak penampungan, pengumpulan Pada analisis univariat diperoleh 81 responden (81%) dengan ventilasi memenuhi syarat kesehatan, 96 responden (96%) dengan jenis lantai sudah sesuai persyaratan kesehatan, 93 responden (93%) dengan jenis dinding sesuai persyaratan kesehatan, 91 responden (91%) dengan kepadatan hunian memenuhi syarat kesehatan. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi antara luas ventilasi dan kepadatan hunian kamar dengan peristiwa ISPA. Kesimpulan : Disarankan kepada Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu untuk menggalakan penyuluhan penyebab tentang penyakit ISPA dan penyuluhan tentang kondisi fisik rumah yang sudah sesuai persyaratan kesehatan.

 

Kata kunci: Penyakit, ISPA, Kondisi, Fisik, Rumah

References

Agungnisa, Adhasari. 2019. Faktor Sanitasi Fisik Rumah Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Ispa Pada Balita Di Desa Kalianget Timur. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Volume 2, Nomor 1 (2019), 1-9.

Amalia, R., Yanuarti, R., Angraini, W., & Wati, N. (2022). KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA SIDO URIP KECAMATAN KOTA ARGAMAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA. In Prosiding Forum Ilmiah Tahunan (FIT) IAKMI

Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. 2018. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Demissew, T., Najma, D., Kinyamario, J. I., & Kiboi, S. (2016). The utilizattion of medicinal plants by the Masaai community in arid lands of Kajado county, Kenya.

Irwan. 2017. Epidemiologi Penyakit Menular. Yogyakarta: CV. Absolute Media.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mahendrayasa, I. G. A. P. (2018). Hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian infeksi saluran pernafasan atas pada Balita di Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(3), 227-235.

Notoatmodjo, Sockidjo. 2011. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Padila, P., Febriawati, H., Andri, J., & Dori, R. A. (2019). Perawatan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(1), 25–34. https://doi.org/10.31539/jka.v1i1.526

Sofia, S. (2017). Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(1), 43-50.

Zolanda, A., Raharjo, M., & Setiani, O. (2021). Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Balita Di Indonesia. Link, 17(1), 73-80.

Published

2026-01-06

Issue

Section

Article