ANALISIS POLA SEBARAN, SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING

Authors

  • Risnawati Tanjung Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Dini Lestrina Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Jernita Sinaga Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Septi Andrianti STIKes Bhakti Husada Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.51712/mitraraflesia.v16i2.398

Abstract

ABSTRAK

 

Latar Belakang: Faktor lingkungan seperti sanitasi dan higiene, sumber air minum, kualitas air minum, dan kepemilikan jamban merupakan faktor tidak langsung penyebab stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi stunting dan faktor sanitasi lingkungan yang menyebabkan stunting di Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan jumlah sampel 176 balita. Pola distribusi stunting dan hubungan karakteristik pasien dengan faktor risiko lingkungan dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Data PHBS dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan uji laboratorium mikrobiologi untuk mengukur kualitas air. Analisis spasial menggunakan tumpang susun (overlay) rata-rata tetangga terdekat. Hubungan antara karakteristik dan faktor risiko dengan kejadian stunting dianalisis menggunakan chi-square dan regresi logistik.

Hasil: Analisis rata-rata tetangga terdekat menunjukkan bahwa indeks tetangga terdekat adalah 0,19 (<1) (Z score -16,72, p-value 0,01). Analisis regresi perangkat lunak GeoDa (p-value 0,76). Terdapat hubungan antara kualitas air bersih dan PHBS (p-value <0,05) dengan stunting. Jamban keluarga dan tempat pembuangan sampah (p value > 0,05) tidak berhubungan dengan stunting. Pola sebaran kasus cenderung mengelompok, dan tidak ditemukan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian  stunting

Simpulan: Sebaran menunjukkan pola sebaran kasus cenderung mengelompok. Analisis regresi menggunakan software GeoDa tidak menemukan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian stunting. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman baru bahwa promosi kesehatan untuk mencegah stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga Prilaku Hidup Bersih dan Sehat serta kualitas air.

Kata kunci: Pola Sebaran, Stunting, Sanitasi  Lingkungan

 

ABSTRACT

 

Background: Stunting is a global problem due to the increasing prevalence and its impact can lead to less competitive human resources, affect work productivity, increase the risk of overweight and obesity, and trigger metabolic syndrome disease. The purpose of the study was to obtain the distribution of stunting and the dominant factors causing stunting in terms of sanitation, namely the quality of clean water, latrine facilities, waste disposal facilities, clean and healthy living behavior.

Methods: This study used a case control design with 176 toddlers as the subject. The pattern of stunting distribution and associations of patient characteristics and environmental risk factors with stunting was carried out using a Geographic Information System (GIS) to determine the distribution of cases in each region in Dairi Regency. Spatial analysis used average nearest neighbour, overlay. The association of characteristics and risk factors with the incidence of stunting was analyzed multivariately, using chi square and logistic regression with a 95% confidence degree (α=0.05).

Results Average nearest neighbor analysis shows that the nearest neighbor index is 0.19 (<1) (Z score -16.72, p-value 0.01). GeoDa software regression analysis (p-value 0.76). There is a relationship between clean water quality and PHBS (p-value <0.05) and stunting. Family latrines and rubbish dumps (p value > 0.05) were not associated with stunting. The pattern of distribution of cases tends to be clustered, and no relationship was found between population density and the incidence of stunting

Conclusion: The distribution shows that the pattern of case distribution tends to be clustered. Regression analysis using GeoDa software did not find a relationship between population density and the incidence of stunting. The quality of clean water containing e coli is the most dominant factor, there is a relationship between PHBS and stunting and there is no relationship between family toilet facilities and waste disposal facilities.

Keywords : Distribution Patterns, Stunting, Environmental Sanitation

References

Aprizah, A. (2021) ‘Hubungan karakteristik Ibu dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga dengan kejadian Stunting’, Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 4(1), pp. 115–123.

Dedi Mahyudin Syam and Herlina S. Sunuh (2020) ‘Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Mengelola Air Minum dan Makanan dengan Stunting di Sulawesi Tengah Relationship between Handwashing, Treating Drinking Water and Food with Stunting in Central Sulawesi’, Gorontalo Journal of Public Health, 3(1), pp. 15–22. Available at: https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/view/919%0A%0A.

Flora, R et al. (2021) ‘Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Minuman Siap Saji Untuk Pencegahan Stunting di Kecamatan Tuah Negeri’, Prosiding Seminar …, pp. 2505–2510. Available at: https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/semnas/article/download/1049/1073.

Flora, Rostika et al. (2021) ‘Zinc intake, zinc serum levels, and intelligence in school children in rural areas’, Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(E), pp. 394–397. doi: 10.3889/oamjms.2021.5869.

Ihsan, A., Riviwanto, M. And Darwel, D. (2020) ‘Pengaruh Sumber Air Bersih, Jamban, Dan Pola Asuh Terhadap Stunting Pada Balita Dengan Diare Sebagai Variabel Intervening’, Buletin Keslingmas, 39(1), Pp. 1–5.

Al Ihsan1), Muchsin Riviwanto1), D. (2012) ‘Pengaruh Sumber Air Bersih, Jamban, Dan Pola Asuh Terhadap Stunting Pada Balita Dengan Diare Sebagai Variabel Intervening’, 39(1), pp. 1–5.

Kemenkes, R. I. (2018) ‘Buletin Stunting’, Kementerian Kesehatan RI, 301(5), pp. 1163–1178.

Kementerian Kesehatan RI (2023) Survey Kesehatan Indonesia.

Kwami, C. S. et al. (2019) ‘Water, sanitation, and hygiene: Linkages with stunting in rural Ethiopia’, International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(20). doi: 10.3390/ijerph16203793.

Mariana, R., Nuryani, D. D. And ... (2021) ‘Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Tahun 2021’, Journal Of Community …, Pp. 1–18. Available At: Http://E-Jurnal.Iphorr.Com/Index.Php/Chi/Article/View/99.

Martony, O., Lestrina, D. and Amri, Z. (2020) ‘Pemberdayaan Ibu untuk Perbaikan Pola Konsumsi Ikan terhadap Peningkatan Asupan Protein, Kalsium, Zink dan Z-Score Tinggi Badan Menurut Umur pada Anak Stunting’, Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), pp. 672–686. doi: 10.31539/jks.v3i2.1188.

Mukaramah, N. and Wahyuni, M. (2020) ‘Hubungan Kondisi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Rt 08, 13 dan 14 Kelurahan Mesjid Kecamatan Samarinda Seberang 2019’, Borneo Student Research, 1(2), pp. 301–306.

Prahutami, N. S. (2022) ‘Analisis Hasil Kualitas Air Bersih Di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Tahun 2021’, Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah Stikes Kendal, 12 No 4(Oktober), Pp. 930–938.

Rachmi, C. N. et al. (2016) ‘Stunting, Underweight and Overweight in Children Aged 2.0–4.9 Years in Indonesia: Prevalence Trends and Associated Risk Factors’, PLOS ONE. Edited by Y. Zhang, 11(5), p. e0154756. doi: 10.1371/journal.pone.0154756.

Ramadhani, L. H. (2019) ‘Hubungan Ketersediaan Sarana Sanitasi Dasar Yang Memenuhi Syarat Dengan Balita Stunting di Wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya’, 38, p. 2019.

Revildy, W. D., Lestari, S. S. S. and Nalita, Y. (2020) ‘Pemodelan Spatial Error Model (Sem) Angka Prevalensi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia Tahun 2018’, in Seminar Nasional Official Statistics, pp. 1224–1231.

RI, K. (no date) ‘Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peratur Menteri Kesehat No 2406 TAHUN 2011 tentang Pedoman Umum Pengguna Antibiot [Internet]. 2011; 1–69’.

Rostika Flora et al. (2020) ‘Correlation Between Brain-Derived Neurotrophic Factor Levels and Serum Iron Levels in Stunted Children Living in Malaria-Endemic Areas’, Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 8(E), pp. 318–321. doi: 10.3889/oamjms.2020.4090.

Sinatrya, A. K. (2019) ‘Hubungan Asupan Energi, Protein dan Zinc, Status Pekerjaan Ibu, Pendapatan Keluarga, dan Wash (Water, Sanitation and Hygiene) dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kotakulon, Kabupaten Bondowoso’. Universitas Airlangga.

TNPPK (2017) ‘100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)’. Jakarta: Sekertariat Wakil Presiden Republik Indonesia.< http://www. tnp2k ….

Torlesse, H. et al. (2016) ‘Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction’, BMC Public Health, 16(1), pp. 1–11. doi: 10.1186/s12889-016-3339-8.

Uliyanti, Tamtomo, D. . And Anantanyu, S. (2017) ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Uliyanti1’, Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2), Pp. 1–11.

UNICEF, WHO and World Bank (2019) ‘Levels and Trends in Child Malnutrition: key findings of the 2019 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates’, UNICEF, WHO, The World Bank, p. p.1-15.

Yadika, A. D. N., Berawi, K. N. and Nasution, S. H. (2019) ‘Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar’, Jurnal Majority, 8(2), pp. 273–282.

Zahrawani, T. F., Nurhayati, E. and Fadillah, Y. (2022) ‘Hubungan Kondisi Jamban dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Cicalengka Tahun 2020’, Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains, 4(1), pp. 1–5

Zairinayati, Z. and Purnama, R. (2019) ‘Hubungan hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita’, Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 10(1).

Downloads

Published

2024-07-26

Issue

Section

Article