ANALISIS FAKTOR RISIKO KEPADATAN JENTIK DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Authors

  • Vira Tika Mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan, STIKES Widyagama Husada
  • Rudy Joegijantoro Program Studi Kesehatan Lingkungan, STIKES Widyagama Husada
  • Septia Dwi Cahyani Program Studi Kesehatan Lingkungan, STIKES Widyagama Husada

DOI:

https://doi.org/10.51712/mitraraflesia.v15i1.166

Abstract

Latar Belakang : Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang dibawa oleh virus dengue. Penyakit ini menyebar dari satu orang ke orang lain ketika nyamuk Aedes aegypti sp betina dengan virus dengue menggigit seseorang. Virus dengue adalah anggota dari genus flavivirus, yang termasuk serotipe Den-1 hingga Den-4. Demam berdarah dapat ditularkan melalui Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti terhadap kejadian demam berdarah di Kota Pandansari, Lokal Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh 1.520 rumah di Desa Pandansari. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana, yang meliputi 316 rumah dari tiga dusun: Krajan (192 rumah), Wonosari (69 rumah), dan Sukosari (55 rumah).

Hasil : Berdasarkan kajian House Indeks (HI) di Desa Pandansari, Sebesaar (87,75 persen), Container indeks (CI) (54,79 persen), Bretue indeks (BI) (101,2 persen), dan ABJ (14,2 persen). Selain itu, hasil uji statistik berbasis regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara prevalensi DBD dengan tingkat kepadatan jentik, namun tidak signifikan secara statistik. Kepadatan jentik Aedes Aegypti berpengaruh sebesar 17,6%, dan faktor lainnya memberikan pengaruh sebesar 82,4 persen.

Simpulan : warga Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo dihimbau untuk menutup tempat penampungan air dan menjaga kebersihan bak mandi dengan cara mengurasnya minimal seminggu sekali. Ini akan mencegah nyamuk bertelur di penampungan air.

 

Keywords: Tingkat Kepadatan Jentik Aedes Aegypti, Kejadian  Demam Berdarah Dengue (Dbd), Aedes Aegypti

References

DAFTAR PUSTAKA

Alim Linawati, Farida Heriyani , Istiana, 2017 Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Pada Tempat Penampungan Air Controllable Sites Dan Disposable Sites Di Sekolah Dasar Kecamatan Banjarbaru Utara Berkala Kedokteran, Vol.13, No.1, Feb 2017: 7-14

Apriyani (2017) “Sanitasi lingkungan dan keberadaan jentik Aedes sp dengan kejadian demam berdarah dengue di Banguntapan Bantul,†33(2),

Alizkan, U. (2017). Analisis Korelasi Kelembaban Udara Terhadap Epidemi Demam Berdarah yang Terjadi Di Kabupaten dan Kota Serang. Gravity: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika, 3(1).

Desa Pandansari 2022, profil dan gambaran umum Desa Pandansari

Khairunisa Ummi dkk, Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes sp. (House Index) sebagai Indikator Surveilans Vektor Demam Berdarah Denguedi Kota Semarang, 2017 Volume 5, Nomor 5, Oktober 2017 (Issn: 2356-3346) , Semarang.

Oroh dkk, 2020. Faktor Lingkungan, Manusia dan Pelayanan Kesehatan yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue.Journal of Public Health and Community Medicine Volume 1 Nomor 3, Juli 2020 ISSN: 2721-9941

Puskesmas Poncokusumo, 2022, Profil Puskesmas Poncokusumo 2022

Ridwan Nurisra Mirati Dkk, 2017. Hubungan Tingkat Pengetahuan Phbs Di Rumah Tangga Dengan Pencegahan Penyakit Dbd Di Pedukuhan Wonocatur Banguntapan Bantul Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 4 (1), 118-123

Rulen, Betty Nia Dkk., 2017.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberadaan Jentik Aedes aegypti Terhadap Kejadian Demam Berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekan Baru. Dinamika Lingkungan Indonesia, Januari 2017, p 59-64 ISSN 2356-2226 volume 4 nomor 1

Saleh Muhammad, 2018. Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Pancana Kab. Barru

Sutriyawan Agung dkk, 2022. Faktor yang Mempengaruhi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Melalui 3M Plus dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Volume 4 No 2.

Suara Jatim,2020, Permani Kasus DBD di Jatim Capai 1.759, Kabupaten Malang Paling Banya, dilaporkan oleh Anggi Widya kamis, 12 Maret 2020| 17:24 WIB

Sufiani dkk, 2022. Iterature Review Hubungan Suhu Dan Kelembaban Ruangan Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti

Downloads

Published

2023-01-27

Issue

Section

Article