ANALISIS KANDUNGAN KLORIN (CL2) PADA BERAS YANG BEREDAR DI PASAR KOTA BENGKULU

Authors

  • Agus Widada Poltekes Kemenkes Bengkulu
  • Mualim Mualim Poltekes Kemenkes Bengkulu
  • Moh Gazali Poltekes Kemenkes Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.51712/mitraraflesia.v15i1.159

Abstract

ABSTRAK

Untuk tetap hidup, orang berusaha memenuhi kebutuhan primer mereka. Salah satu kebutuhan utamanya adalah pangan, dan masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokoknya. Energi cukup tinggi untuk memiliki dampak signifikan pada aktivitas fisik dan kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan jumlah peningkatan minat pembelian konsumen. Dimana konsumen menginginkan dan memilih beras yang bersih, putih dan licin untuk dikonsumsi. Dimasa sekarang ini, banyak produsen nakal yang menggunakan berbagai cara untuk memperpanjang umur simpan atau perbaiki tekstur, rasa, dan warna dari produk yang dijual khususnya pada beras  putih. Sehingga membuat masyarakat terkecoh tanpa disadari beras yang putih dan licin merupakan ciri fisik beras mengandung klorin.

Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini kemudian dianalisisn secara manual dalam bentuk tabel menurut variabel yang diteliti. Berdasarkan data dari hasil uji laboratorium, maka peneliti memberikan kode (+) bila terbukti beras tersebut mengandung klorin dan sebaliknya apabila tidak terbukti diberikan kode (-) dan akan diketahui juga kadar klorin yang terkandung pada beras.

Hasil penelitian pemeriksaan kadar klorin pada beras menunjukkan bahwa dari 50 sampel merk beras terdapat 41(82%)  beras positif mengandung kadar klorin dan 9 (18%) beras negatif mengandung kadar klorin.

Saran kepada masyarakat yang hendak membeli beras agar lebih berhati-hati dalam memilih beras yang akan dibeli.

Kata kunci: Beras, Klorin

 

ABSTRACT

To stay alive, people try to fulfill their primary needs. One of the main needs is food, and Indonesian people make rice as their staple food. Energy is high enough to have a significant impact on physical activity and health. This is related to the increase in consumer buying interest. Where consumers want and choose clean, white and slippery rice for consumption. Nowadays, many rogue producers use various methods to extend shelf life or improve the texture, taste, and color of the products they sell, especially white rice. So that people are misled without realizing that white and slippery rice is a physical characteristic of rice containing chlorine.

The type of research used in this research is descriptive research with a quantitative approach. The results of this study were then analyzed manually in the form of tables according to the variables studied. Based on data from laboratory test results, the researcher gives a code (+) if it is proven that the rice contains chlorine and vice versa if it is not proven, it is given a code (-) and the chlorine content in rice will also be known.

The results of the examination of chlorine levels in rice showed that from 50 samples of rice brands there were 41 (82%) positive rice containing chlorine levels and 9 (18%) negative rice containing chlorine levels.

Suggestions to people who want to buy rice to be more careful in choosing the rice to be purchased.

Keywords: Rice, Chlorine

References

DAFTAR PUSTAKA

Aminah, S. (2019). Analisis Kandungan Klorin pada Beras yang Beredar Di Pasar Tradisional Makassar Dengan Metode Argentometri Volhard. 0–2. https://doi.org/10.31219/osf.io/v5s6

BPS Indonesia. (2019). Konsumsi Bahan Pokok. Badan Pusat Statistik (bps.go.id). Diakses pada tanggal 10 Mei 2022.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.(2008) Sosialisasi Larangan Penggunaan Bahan Pemutih(Klorin) dalam Beras. Diakses 1Oktober 2022.http://www.sragen.go.id

Irma, D (2007). Ketika Klorin Mengancam Beras Kita. http://www.pr.qiandra.net.id

Lestari, R., Asiah, N., & Inaku, A. H. R. (2021). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Pembeli Terhadap Kandungan Klorin Pada Beras Yang Dijual Di Pasar Kranji Bekasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 18(2).

Meliala, D. I. P., & Handika, F. (2020). Penyuluhan Tentang Bahaya Klorin Bagi Tubuh Manusia Di Desa Candirejo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau.

Nurnawati, H. (2015). Kandungan Klorin Pada Beras Putih di Pasar Tanjung Kabupaten Jember. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Jember.

Purwaningsih, I dan Supriyanto. (2017). Pengaruh jumlah pencucian beras dengan kadar klorin. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa.

Permenkes No. 722/Menkes/Per/XI/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta

Rahmi. (2016). Identifikasi Kualitatif Klorin Pada Beras Yang Diperjualbelikan Di Pasar. 2(1)

Samihah dkk. (2016). Analisis klorin pada beras di pasar induk jakabaring dan sumbangsihnya terhadap mata pelajaran biologi pada materi makanan bergizi dan menu seimbang di kelas XI SMA/MA. Jurnal Biota. 2(1).

Sudarma, N., Idayani, S., & Setiawan, D. (2018). Klorin Pada Beras Berpemutih Utilization Of Betadine As A Chlorine Test.

Sukmawati, Nurdiyanah, Azriful (2016). Gambaran Kadar Klorin (Cl2) Pada Beras di Pasar Toddopuli Kecamatan Panakkukang Kota Makasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat

Downloads

Published

2023-03-25

Issue

Section

Article