Perbandingan Jumlah Total Koloni Bakteri Klebsiella Pneumonia Pada Media Nutrient Agar Dan Media Alternatif Bengkuang (Pachyrrhizus Erosus)
DOI:
https://doi.org/10.51712/mitraraflesia.v15i1.158Abstract
Latar Belakang : Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli), menyebabkan kematian terbesar pada anak di seluruh dunia. Jumlah kasus pneumonia balita di Provinsi Sumatera Selatan menempati posisi ke-19 sebesar 37, 36%. Salah satu bakteri penyebab pneumonia adalah Klebsiella pneumonia. Diagnostik laboratorium pada bakteri Klebsiella pneumoniae yaitu dapat dilakukan dengan cara isolasi bakteri, pewarnaan gram, dan uji biokimia. Bakteri Klebsiella pneumonia membutuhkan sumber nutrisi terutama karbohidrat untuk tumbuh dan berkembang-biak. Gold standar diagnostik yang digunakan dalam pemeriksaan adalah kultur pada media. Isolasi dapat menggunakan media sintetis dan media alami seperti bengkuang karena memiliki kandungan karbohidrat jenis inulin (Oligosakarida) sebanyak 7,2 gr, vitamin, nutrisi dan lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri. Metode : Jenis penelitian eksperimen murni (true experiment). Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada tanggal 10 januari 2022 - 14 januari 2022 dengan jumlah pengulangan sebanyak 32 pengulangan
Hasil : Nilai rata-rata jumlah total koloni bakteri Klebsiella pneumonia pada media Nutrient Agar (NA) 198 CFU/mL, dan media alternatif bengkuang (Pachyrrhizus erosus) 234 CFU/mL. Uji T tidak berpasangan didapatkan nilai p (Sig 2 Tailed) = 0,029.
Simpulan : Hasil penelitian yaitu bengkuang (Pachyrrhizur erosus) dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia
Kata Kunci : Klebsiella pneumonia, Nutrient Agar dan bengkuang
Â
References
Budihardjo, S.N. and Suryawan, I.W.B. (2020) ‘Faktor-faktor resiko kejadian pneumonia pada pasien pneumonia usia 12-59 bulan di RSUD Wangaya’, Intisari Sains Medis, 11(1), p. 398. Available at: https://doi.org/10.15562/ism.v11i1.645.
Harapan, I.K., Tahulending, A. and Tumbol, M.V.L. (2018) ‘Karakteristik Resistensi Klebsiella pneumoniae Yang Resisten Karbapenem Pada Beberapa Rumah Sakit Di Indonesia Dan Pemeriksaan Laboratorium’, Prosiding Seminar Nasional Tahun 2018 Menuju Masyarakat Sehat, Berkarakter dan Berprestasi, 1(3), pp. 636–650.
Juriah, S. and Sari, W.P. (2018) ‘Jurnal Analis Kesehatan Klinikal Sains’, Klinikal Sains, 6(1), pp. 24–29. Available at: http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/klinikal/article/view/525/361.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Rigustia, R., Zeffira, L. and Vani, A.T. (2019) ‘Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang’, Health & Medical Journal, 1(1), pp. 22–29. Available at: https://doi.org/10.33854/heme.v1i1.215.
Rizki, Z. and Syahnitya, H. (2019) ‘Pemanfaatan Bengkoang (Pachyrrhizus erosus) dan Tauge (Vigna radiate) sebagai Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus’, Sel Jurnal Penelitian Kesehatan, 6(1), pp. 1–9. Available at: https://doi.org/10.22435/sel.v6i1.1411.
Rosidah, U. (2016) ‘Tepung ampas tahu sebagai media pertumbuhan bakteri serratia marcescens’, Skripsi Unimus, pp. 1–63.
Solihati, E.N., Suhartono and Sri, W. (2017) ‘Studi Epidemiologi Deskriptif Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari Ii Kota Banjar Jawa Barat Tahun 2017’, Jurnal Kesehatan Mayarakat, 5(5), pp. 618–629. Available at: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm.
Tamam, B. (2019) ‘Potensi Kacang Kedelai Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Candida albicans’, Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), pp. 1689–1699.
Wulandari et al. (2018) ‘Pemanfaatan Tepung Sayuran Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan (Staphylococcus aureus) Dan (Escherichia coli)’, Jurnal Riset Kesehatan Poltekes Depkes Bandung, 11(1), pp. 285–292.

(Print)
(Online)


