GAMBARAN AKTIVITAS ENZIM ALKALIN PHOSPHATASE PADA PENDERITA HEPATITIS B
DOI:
https://doi.org/10.51712/mitraraflesia.v15i1.143Abstract
Latar Belakang : Penyakit peradangan pada sel-sel hati merupakan istilah umum dari Hepatitis. Penyebab hepatitis dapat disebabkan oleh Infeksi (Virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune. Hepatis virus dapat disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV), Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HCV), Hepatitis D (HDV), dan Hepatitis E (HEV) yang mana diantaranya dapat menjadi penyebab penyakit hepatitis (Datin, 2014).
Aktivitas enzim alkali fosfatase (alkaline phosphatase/ALP) dan terdapat didalam darah menjadi penanda terjadinya gangguan fungsi hati karena normalnya terdapat didalam sel-sel hati. Kerusakan pada organ hati ini yang akan menyebabkan enzim terlepas ke dalam aliran darah (Ermanita dkk, 2020).  Â
Metode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan teknik pengambilan sampel dengan total sampling dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik RSUD dr. M Yunus Bengkulu.
Hasil : hasil pemeriksaan aktivitas enzim alkalin phosphatase menunjukkan adanya peningkatan aktivitas enzim alkalin phosphatase pada penderita hepatitis B dengan rata – rata persentase peningkatan sebesar 40,42% dari nilai normalnya.
Simpulan : Disarankan agar senantiasa menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat agar senantiasa dapat terhindar dari penyakit seperti hepatitis.
Kata Kunci : Hepatitis B, Alkaline Phosphatase.
References
Akbar & Nurul. 2007. Diagnostik Hepatitis Akut dan Kronis. Jakarta: Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM
Bishop, M. L., Fody, E. P., & Schoeff, L. E. 2010. Clinical Chemistry Techniques, Principles,Correlations. 6 th ed.
Datin.2014. Infodatin Hepatitis. Situasi dan Analis Hepatitis. Diakses 24 Desember 2021
Ermanita,V,O. Ria,A,H. & Eki,M.2020. Gambaran Aktivitas Enzim Alkaline Phosphatase (ALP) pada Pemain Game Online di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya,3(1):183-189
Ganong, W & McPhee. 2011. Patofisiologi Penyakit: Pengantar Menuju Kedokteran Klinis. Jakarta : ECG.
Jeharu, Putra & Widayanti. 2020. Pengaruh Pemberian Variasi Dosis Rifampisin Terhadap Kadar Gamma Glutamyl Transaferase dan Alkaline Phosphatase Pada Tikus Putih Galur Wistar, 1(1):25-34
Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia tahun 2013. Jakarta Kementeri Kesehatan RI. 2014. Diakses 24 Desember 2021
Murray,RK, Granner, & Ropdwell. 2009. Biokimia Harper. 27 ed. Jakarta: EGC
Notoatmodjo,S.2012.MetodologiPenelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
R. Misna, U. Zein, & B. Suroyo. 2018. Faktor Risiko Hepatitis B Pada Pasien di RSUD. Dr. Pirngadi Medan, J. Kesehat. Glob,1(1):37–44
Riset Kesehatan Dasar Provinsi Bengkulu. 2017. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Diakses 24 Desember 2021
Rosida, A. 2016. Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Hati. Berkala Kedokteran, 12(1):123-131
Sakinah,H & Adang,M,G. 2013. Korelasi Gambaran Ultrasonografi Hepar dengan Kadar Alkali Fosfatase Pasien Klinis Hepatitis, 13(1):1-6
Sugiyono. 2013. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

(Print)
(Online)


