HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN DIIT PADA PASIEN DIABETES MILITUS TIPE II DI BADAN LAYANAN USAHA DAERAH (BLUD) PUSKESMAS CECAR KABUPATEN MUSI RAWAS
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Militus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya resistensi insulin dan tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan berbagai hal. Kondisi penderita Diabete Militus Tipe 2 mengalami perubahan besar dengan adanya periode krisis yang alami oleh penderita yang akan melakukan pengobatan secara fisik pada proses ini penderita membutuhkan self efficacy. Self efficacy akan mengubah pola piikir penderita diabetes untuk bisa menghadapi dan melakukan pengobatan terhadap kondisi yang dialami ,Perubahan pola pikir tersebut akan meningkatkan motivasi dalam diri penderita untuk berusaha mematuhi diit nya. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode Cross sectional. Rumusan masalah dari penelitian adalah adalah banvaknya penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dari data yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun di BLUD Puskesmas Cecar Kab Musi Rawas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk self effcacy dari 80 responden sebanyak 64 orang (80) kategori baik dan 16 orang (55 %) dengan kategori patuh dengan perhitungan chi squere menunjukan angka p= 0,016 yang artinya terdapat hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan diit pada pasien diabtes militus tipe 2 di Puskesmas cecar kabupaten musi rawas. Simpulan : Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan informasi bagi perawat khususnya dalam menekankan kepada pasien akan pentingnya kepatuhan diiet agar dapat mengendalikan gula darah penderita Diabtes Melitus tipe 2 Kata kunci : Self efficacy,Kepatuhan diit,Diabetes Melitus Tipe 2References
DAFTAR PUSTAKA
Alwisol. 2010. Psikologi Kepribadian: Pengantar untuk perawat dan profesional kesehatan lain. Jakarta: EGC.
American Diabetes Asociation. 2015. Diagnosis and classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care
Bandura.2011. On the functional properties of perceived self efficacy revisited. Journal of Management
Edberg, M. 2010. Buku ajar Kesehatan Masyarakat, Teori sosial dan perilaku (Alih bahasa Anwar H dkk), Jakarta: EGC.
Hapsari Kisti, Hepy. Nur Ainy Fardana N., “Hubungan Self efficacy dengan kreativitas pada siswa SMK “Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental ( Vol. 1 No 02, Juni 2012)
Heyman. 2010. Why is diabetes mellitus a risk factor for contrast induced nephropathi? Biomed Research International
Hidayah.2010. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes Mellitus tipe 2.
IDF. 2013. IDF Diabetes Atlas, http.//www.idf.org/atlasmap/atlasmap, 23 Januari 2013
Irvine, PhD, Saunders, Blank, Carter, PhD. 1990. Validation of Scale Measuring Environmental Barriers to Diabetes-Regimen Adherence. Jurnal Internasional
Kemenkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas 2012. Badan penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta
Mustaqim. 2011. Hubungan kemandirian belajar dengan self efficacy pada Mahasiswa Psikologi. Bandung
Niven. 2008. Psikologi Kesehatan: Pengantar Untuk Perawat Dan Profesional. Jakarta: EGC
Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Pratiwi YB, Endang NW. 2013. Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diit pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
Nursalam. 2013, Konsep dan penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Passer and Smith. 2010. Psychology: the science of mind and behavior. New York: Mc Graw-hill
Purwanti, O.S. 2013. Analisa faktor-faktor resiko terjadinya Ulkus Kaki pada Diabetes Mellitus tipe 2
Rondhianto.2012. Keterkaitan Diabetes Self Manangement Education Terhadap Self efficacy Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan Volume 3 no 2
Sturt, Hilary Heamshaw, Melanie Wakelin. 2009. Validity’ and reliability of the DMSES UK: a measure of self-efficacy for type 2 diabetes self-management. Primary Health Care Research & Development. Cambridge University. Jumal internasional



