HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan terus meningkat di Indonesia. Penyakit hipertensi yang tidak terkontrol merupakan kondisi hipertensi yang penanganannya tidak dilakukan secara maksimal dan biasanya tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Apabila penyakit hipertensi tidak ditangani secara maksimal akan mengakibatkan kembalinya gejala kekambuhan hipertensi. Sehingga dapat beresiko terjadinya stroke maupun infak miokard. Dukungan keluarga merupakan salah satu bagian dari tugas keluarga untuk merawat keluarga yang sakit. Kurangnya dukungan keluarga dalam merawat yang menderita hipertensi sering mengakibatkan kekambuhan atau timbul kembalinya gejala hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pada penderita hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS. Harapan dan Doa Kota Bengkulu Metode : Penelitian ini merupakan jenis penilitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 2.138 dengan jumlah sampel 96 orang menggunakan tekhnik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Mei – 25 Juli 2021. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan uji statistic chi – square. Hasil penelitian didapatkan 58,3% mengalami kekambuhan berulang dan 40,6% memiliki dukungan keluarga yang kurang. Uji statistic didaptak p 0,02 (p<0,05). Simpulan :Simpulan ada hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pada penderita hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Harapan Dan Doa. Kata kunci : Hipertensi, Dukungan KeluargaReferences
DAFTAR PUSTAKA
Ardita, M. (2020). Tanggung Jawab Negara Terhadap Jaminan Kesehatan Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal HAM, 11(2), 319–333.
Ciptyaningrum, E. W. (2021). Prinsip Kemitraan Gender Dalam Keluarga (Analisis Kesetaraan Gender Pada Keluarga Tukang Pijat Panggilan). IAIN Ponorogo.
Fadhilah, S. N. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamarican Kabupaten Ciamis Tahun 2020.
Manurung, N. (2017). Sistem endokrin. Deepublish.
MEGA, I. C. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Lansia Dalam Pengendalian Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Pilangkenceng Kabupaten Madiun. STIKES Bhakti Husada Mulia.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan.
Prabaadzmajah, N. F. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Kabupaten Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Setiyaningsih, R. (2019). Pengaruh Motivasi, Dukungan Keluarga Dan Peran Kader Terhadap Perilaku Pengendalian Hipertensi. IJMS-Indonesian Journal on Medical Science, 6(1).
Siti Saharia, P. (2018). Asuhan keperawatan keluarga pada klien tn. M dengan gangguan sistem pencernaan gastritis di wilayah kerja puskesmas tongauna kabupaten konawe tahun 2018. Poltekkes Kemenkes Kendari.
Sugiharto, A. (2007). Faktor-faktor risiko hipertensi grade II pada masyarakat (studi kasus di kabupaten Karanganyar). program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Suryadi, R. F. (2013). Hubungan peran educator perawat dalam discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di Rumah Sakit Paru Kabupaten Jember.
Toulasik, Y. A. (2019). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di rsud prof dr. Wz. Johannes kupang-ntt penelitian deskriptif korelasional pendekatan cross sectional. Universitas Airlangga.
Tumenggung, I. (2013). Hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Health and Sport, 7(01).



