HUBUNGAN INDEK MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN SHIVERING PADA PASIEN PASCA SPINAL ANESTESI PASIEN POST SECTIO SECAREA DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RSIA DWI SARI LUBUKLINGGAU
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang : Faktor yang dianggap berperan dalam terjadinya shivering pasca anestesi salah satu diantaranya adalah indeks massa tubuh (IMT). Masalah penelitian adalah masih adanya pasien yang mengalami shivering pasca spinal anestesi pasien post sectio secarea. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan indeksmassa tubuh dengan kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi pasien post sectio secarea di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSIA Dwi Sari Lubuklinggau
Metode : Penelitian ini dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 1.647 orang dan sampel sebanyak 94 orang. Jenis data penelitian adalah data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik uji chi-square test.
Hasil : Hasil penelitian sebanyak 41 orang hampir Sebagian responden (43,6%) dengan IMT normal, sebanyak 25 orang hampir sebagian responden (26,6%) yang mana dengan IMT underweight dan sebanyak 2 orang sebagian kecil responden (2,1%) dengan IMT obesitas II. Hasil penelitian sebanyak 65 orang hampir seluruh responden (69,1%) yang mengalami Shivering. Hasil penelitian bahwa ada hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi pasien post sectio secarea di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSIA Dwi Sari Lubuklinggau.
Kesimpulan : Bagi Institusi RSIA Dwi Sari Lubuklinggau dapat dijadikan standar indikator kewaspadaan dalam menjalani operasi sehingga mengurangi kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi pasien post sectio secarea.
Kata Kunci :Â Indek Massa Tubuh, Shivering, Spinal Anestesi, Sectio Secarea.
Â
ABSTRACT
Background : One of the factors considered to play a role in the occurrence of shivering after anesthesia is body mass index (BMI). The research problem is that there are still patients who experience shivering after spinal anesthesia in post sectio secarea patients. The aim of the research is to determine the relationship between body mass index and the incidence of shivering in post-spinal anesthesia patients in post-sectorial patients in the Central Surgery Installation Room at RSIA Dwi Sari Lubuklinggau.
Methods : This research has a cross sectional design. The population was 1,647 people and the sample was 94 people. The types of research data are primary and secondary data. Data analysis in this study used the chi-square test statistic.
Results : The results of the study were 41 people, almost half of the respondents (43.6%) with normal BMI, 25 people, almost half of the respondents (26.6%) with underweight BMI and 2 people, a small percentage of respondents (2.1%) with BMI. obesity II. The results of the study were 65 people, almost all respondents (69.1%) experienced Shivering.
The results of the research show that there is a relationship between body mass index and the incidence of shivering in post-spinal anesthesia patients in post-section care patients in the Central Surgical Installation Room at RSIA Dwi Sari Lubuklinggau.
Conclusion : For the RSIA Dwi Sari Lubuklinggau Institution, it can be used as a standard indicator of vigilance in undergoing surgery so as to reduce the incidence of shivering in post-spinal anesthesia patients, post-sectorial patients.
Keywords: Body Mass Index, Shivering, Spinal Anesthesia, Sectio Secarea.
References
DAFTAR PUSTAKA
Alfonsi, P. (2019). Post Anesthethic Shivering Epidemiology Pathofisiologi And Approches Management In Drugs. Minerva Anestesiologica; 69: 438-441
Alsandra, E. (2019). Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian shivering pasca general anestesi di ruang pulih sadar IBS RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang (Skripsi) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta http://poltkkesjogja.ac.id/
Amiarti, dkk. 2024. Kejadian Shivering Pada Pasien Dengan Tindakan Operasi Yang Menggunakan Anestesi Spinal di RSUD Cilacap. urnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(6), 932-942.
Arikunto, Suharsimi. 2022. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Reinika Cipta.
Barkha, B., Ashish, B., & Girija, R. (2017). Temperature Management Under General Anesthesia. Journal of Anaesthesiology Clinical Pharmacology, 33(3), 306-316. https :// doi.org /10.4103/joacp.JOACP
Butterworth, J. F., Mackey, D. C., & Wasnick, J. D. (2020). Morgan& Mikhail’s Clinical Anestesiology (Fifth Edit). New York: MCGraw-Hill Education
Cahyawati, F. E., Rohmah, F., Gunadi, A., & Aprilia, S. (2019). Cairan Intravena Hangat terhadap Derajat Menggigil Pasien Post Sectio caesarea di RSP KU Muhammadiyah Gamping. Jurnal Kebidanan,8(2), 86–93
Dewi, R. K., & Aisyah, W. N. 2021. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Kedokteran. Indonesian Journal of Health, 1(2), 120–130. https://doi.org/10.33368/inajoh.v0i0.13
Fikawati S, S. A. (2015). Gizi Ibu dan Bayi. Jakarta: PT Prestasi.
Firdaus, et al (2022) Hubungan Usia dan IMT dengan Kejadian Hipotermi Pasca General Anestesi di RS Bhayangkara Bengkulu, Inovasi Penelitian, 3(7), pp. 6945–6950.
Hamzah,A.(2022).Kejadian Shivering pada Pasien Intra Spinal Anestesi di Ruang OK Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkep. Denpasar: Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali
Hidayah, E. S., Khalidi, M. R., & Nugroho, H. (2021). Perbandingan Insiden Shivering Pasca Operasi dengan Anestesi Umum dan Anestesi Spinal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Comparison of Postoperative Shivering Incidence with General Anesthesia and Spinal Anesthesia at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(4), 525–530. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i4.447
.
Mamola, N. R. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipotermi pada Pasien Pasca Spinal Anestesi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Maryam, S. 2016. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Salemba Medika.
Masithoh, D. (2018) .Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di RSUD Kota Yogyakarta. (Skripsi)Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Mintarsih, S. (2019) ‘Pemberian Kompres Jahe untuk Menurunkan Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III Pada Asuhan Keperawatan Maternitas’, Jurnal publikasi, pp. 1–7.
Mubarokah, PP. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipotermi Pasca General Anestesi di IBS RSUD Kota Yogyakarta. Skripsi D4 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (dipublikasikan). Terdapat di http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/201/1/skripsiPutri%20prastiti%20mubarokah.pdf
Muzaki. 2022.Hubungan Usia Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di Recovery Room RSUD DR. Soedirman Kebumen. Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Notoatmodjo. (2021). Rancangan Penelitian dalam metode penelitian menggunakan Kuantitaif. Desain Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Nugraheni,C.(2020).Perbedaan Kejadian Menggigil pada Kelompok Usia Lanjut dan Usia Anak dengan General Anestesi di RSP KU Muhammadiyah Yogyakarta.Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Pramono, A., & Desfitra, R. (2023). Hubungan Umur dengan Kejadian Menggigil Pasca Operasi. Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(6), 657–662
Prasetyo. 2023. Hubungan Status Fisik American Society Of Anesthesiologist Dengan Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di Rsud Grati Kabupaten Pasuruan. Nursing Update Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Vol.14 NO.2 (2023)
Pratama, M. A., Fuadi, I., dan Hakim, D.D.L. 2020. Gambaran Skor Apgar pada Seksio Sesarea Antara Anestesi Spinal dan Anestesi Umum di RSUP Dr. Hasan Sadikin Periode Januari– Juni 2019. Jurnal Anestesi Perioperatif, 8(1): 24-31.
Rahmawati, N. (2021). Asuhan Keperawatan Perioperatif pada Pasien Hemoroid dengan Tindakan Hemoroidektomi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Alimudin Umar Lampung Barat Tahun 2021. Lampung Selatan: Poltekkes Tanjungkarang.
Rositasari, dkk. (2017). Efektifitas Pemberian Blanket warmer Pada Pasien Pasca Sectio Caesaria yang Mengalami Hipotermi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta RKU Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan. DOI: https://doi.org/10.1744863.
Sari, Y. N. (2022). Efektivitas Pemberian Forced Air Warming (FAW) terhadap Kejadian Shivering pada Pasien Pasca General Anestesi di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.Yogyakarta: Poltekkes KemenkesYogyakarta
Smeltzer, & Bare. (2017). Brunner & Sudarth Edisi 12 Keperawatan Medikal. Bedah (12th ed.). EGC.
Sugiyono. (2019). Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Sulistyawan, V., Isngadi, I., dan Laksono, R. M. 2020. Perbandingan Outcome Teknik Spinal Anestesi Dosis Rendah Dibandingkan Dosis Biasa pada Sectio caesarea Darurat di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar. Journal of Anaesthesia and Pain, 1(2): 3-10
Suryaningsih, C. (2019). Hubungan Lama Operasi Dengan Terjadinya Shivering Pada Pasien Operasi Dengan Anestesi Spinal Di Kamar Operasi Rsud Nganjuk. Jurnal Sabhanga, 1(1), 74– 82.
Sutanto. (2022). Efektifitas Blanket Blower Warmer terhadap Waktu Pemulihan Shivering Pasien Pasca Operasi dengan General Anestesi di RSUD Balaraja Tangerang. Yogyakarta: Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
Tifana dan Azizah. (2022). Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post operasi dengan Spinal Anestesi di Recovery Room RSUD DR. Soedirman Kebumen. Proposal thesis, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.
Widiyono, Suryani, & Setiyajati, A. (2020). Hubungan antara Usia dan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Paska Anestesi Spinal di Instalasi Bedah Sentral. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 3(1), 55-65.
Yuda. 2021. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Umum Daerah Genteng Banyuwangi. Fakultas Kesehatan Program Studi D IV Keperawatan Anestesiologi Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali Denpasar



