FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMUMU KECAMATAN ARMA JAYA
Abstract
ABSTRAK
Stunting adalah suatu kondisi yang menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal masa kehidupan yang dipresentasikan dengan nilai z-score TB/U kurang dari -2 SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian crossectional, sampel adalah balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kemumu yang berjumlah 93 orang, dan analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan persentase responden yang stunting sebesar 31,2%. Hasil uji statistik faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting didapatkan variabel ASI Eksklusif (p-value 0,001), Pendidikan Orang Tua (p-value 0,501), Pendapatan Keluarga (p-value 0,010), dan Berat Badan Lahir Rendah (p-value 0,102).
Variabel ASI Eksklusif dan Pendapatan Keluarga memiliki hubungan dengan kejadian stunting, sedangkan variabel Pendidikan Orang Tua dan BBLR tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting, disarankan kepada orang tua agar rutin ke posyandu untuk mengetahui sedini mungkin jika terjadi penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada balita.
Â
Kata kunci: ASI Eksklusif, Pendidikan Orang Tua, Pendapatan Keluarga, Berat Badan Lahir Rendah, Stunting
Â
ABSTRACT
Stunting is a condition that describes the chronic malnutrition status during the period of growth and development from the beginning of life which is presented with a z-score of TB / U less than -2 SD. This study aims to determine the factors related to the incidence of stunting.
This study used a quantitative analytical approach method with a crossectional type of research, the sample was toddlers aged 12-59 months in the work area of the Kemumu Health Center which totaled 93 people, and data analysis used univariate analysis and bivariate analysis.
The results showed that the percentage of respondents who were stunted was 31.2%. The results of statistical tests of factors related to stunting events obtained variables of Exclusive Breastfeeding (p-value 0.001), Parental Education (p-value 0.501), Family Income (p-value 0.010), and Low Birth Weight (p-value 0.102).
The variables of Exclusive Breastfeeding and Family Income have a relationship with the incidence of stunting, while the variables of Parental Education and BBLR have no relationship with the incidence of stunting, it is recommended to parents to routinely go to the posyandu to find out as early as possible if there are deviations in growth and development in toddlers.
Â
Keywords: Exclusive Breastfeeding, Parental Education, Family Income, Low Birth Weight, StuntingReferences
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, L., & Rahmawati, D., 2021. Hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting. Kediri: Indonesia Jurnal of Midwifery (IJM), 4(1), 30-34.
Aryastami, NK. 2017. Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia
Fitri, L. 2018. Hubungan BBLR dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Lima Pekanbaru. Journal Endurance: Kajian pilmia problema kesehatan. 3(1),131-137
Harikedua, V. T., et al. 2020. Tingkat pendidikan ibu dan penyakit diare terhadap kejadian stunting pada anak 3-5 tahun di Puskesmas Tungoi. Jurnal GIZIDO, 12(2), 99-104.
Kemenkes RI. 2021.Hasil status gizi Indonesia (SSGI) tingkat Nasioanal, Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2021, SSGI 2021. Jakarta.
Komalasari, et al. 2020. Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Majalah kesehatan Indonesia, 1(2), 51-56.
Lema, P. V.V, et al. 2019. Analisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Oepoi. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(2), 249-259.
Nurmalasari, Y., et al. 2020. Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan. Jurnal Kebidanan, 6(2), 205-211.
RISKESDAS. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2013 dan 2018. Jakarta: Departemen Kesehatan RI 2017.
Sari,F., & Rozi, V.F. 2022. Analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kota Bengkulu. Injection: Nursing Journal, 2(1), 8-17
SJMJ, S. A. S.,et al. 2020. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Makasar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 448-455.
Sukaningtyas, N. M. Y. 2021. Hubungan Frekuensi Kehadiran Ke Posyandu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Doctoral Disserstation, Jurusan Kebidanan 2021.
Sutrio & Lupiana, M. 2019. Berat Badan dan panjang badan lahir meningkatkan kejadian stunting. Politeknik Kesehatan Tanjung Karang. Jurnal Kesehatan Metro Sai Mawai, 12(1), 21-29
Tesa W. R., et al. 2016. Kajian BBLR, Kelengkapan Imunisasi Dasar, Dan Status ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Balita (12-60 Bulan) Di Desa Sendangsari, Kecamatan Minggir, Sleman. Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.



