PENGARUH MASSASE AROMA TERAPI MINYAK ZAITUN TERHADAP NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI TINGKAT I DAN II PRODI DIII KEBIDANAN STIKES TRI MANDIRI SAKTI BENGKULU
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang : Nyeri haid atau dismenore adalah menstruasi yang terasa nyeri mencapai puncak dalam waktu 48 jam sampai 72 jam. Gejalanya seperti lemah, nyeri di sekitar perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massase aroma terapi minyak zaitun terhadap nyeri dismenore pada mahasiswi tingkat I dan II prodi DIII kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu.
Metode : Penelitian ini menggunakan pre eksperimen dalam satu kelompok (one group pre-post test design) variable dependen nyeri sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi tingkat I dan II kebidanan yang mengalami dismenore pengambilan sample dilakukan dengan teknik accidental sampling berjumlah 41 orang mahasiswi yang mengalami dismenore.
Hasil : Hasil penelitian: (1) Pada 41 orang pada mahasiswi kebidanan tingkat I dan II yang mengalami dismenore sebelum dilakukan massase aroma terapi minyak zaitun didapat skala nyeri rata-rata 5,73 dengan standar deviasi 1,450. (2) Pada 41 orang pada mahasiswi kebidanan tingkat I dan II yang mengalami dismenore setelah dilakukan massase aroma terapi minyak zaitun didapat skala nyeri rata-rata 5,00 dengan standar deviasi 1,414. (3) Terdapat pengaruh massase aroma terapi minyak zaitun terhadap nyeri dismenore pada mahasiswi tingkat I dan II Prodi DIII Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu.
Simpulan : Diharapkan dapat mengadakan riset pengembangan untuk pengabdian masyarakat dalam meningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan terapi massase aroma terapi minyak zaitun terhadap nyeri dismenore
Kata kunci : Dismenore, Massase, Minyak ZaitunReferences
Alvian, P. (2015). Pijat Refleksi Pijatan Tepat, Tubuh Sehat. Yogykarta. Pusta Baru Press
Dinkes Kota Bengkulu. (2014). Profil Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2013. Bengkulu: Dinkes Kota Bengkulu.
French, L. (2014). Dysmenorrhea. American Academy of Family Physicians. www.aafp.arg/afp.
Guyton, A.C., dan Hall, J.E. (2008). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11.Jakarta: EGC
Kumalasari, I., &Andhyantoro, I. (2013). Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Kebidanan Dan Keperawatan. Jakarta :Salemba Medika.
Lane, B. (2014). Massage in childbirth: How touch can provide pain relief duringlabor. Terdapat pada: http://www.suite101.com/content/massage-inchildbirth-a 164727. Diakses pada tanggal 20 Maret 2017.
Proverawati.(2012). Menarche Menstruasi Pertama penuh Makna.Nuha Medika: Yogyakarta.
Primiadati, R. (2013). Aroma Terapi; Perawatan Alami Untuk Sehat dan Canti Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Reeder, dkk. (2011). Keperawatan Maternitas :Kesehatan Wanita, BayidanKeluarga. 18 edisi.Jakarta : EGC
Speroff, L. Fritzz, M. A. (2013). Clinical Gynecologic Endocrinology andInfertility, 7thed.Lippincot William and Wilkins : Philadelphia.
Taylor E, Dkk, Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas, Jakarta: Kencana, 2009.
Wahyuningsih, M. (2014). Efektifitas Aroma Terapi Lavender(LavandulaAngustifolia) dan Massage Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primigravida Di BPS Utami dan Ruang Ponek RSUD Karanganyar. Prodi S-1 Keperawatan STIKES Kusuma Husada Surakarta. http://digilib. Stikes kusumahusada.ac.id/files/disk1/13/01-gdlmarniwahyu-626-1-artikel-i.pdf.Diakses tanggal 12 Mei 2017



